Kemerdekaan ditengah Terkoyaknya Luka Rakyat

Minggu, 17 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanggal 17 Agustus 2025 adalah hari sakral bagi bangsa Indonesia. Delapan puluh tahun lalu, para pendiri bangsa dengan penuh keberanian memproklamasikan kemerdekaan, membebaskan negeri ini dari belenggu penjajahan. Setiap tahun, rakyat Indonesia merayakannya dengan suka cita, lomba-lomba rakyat, kibaran bendera, hingga doa syukur atas jasa para pahlawan.

Namun di balik semarak perayaan itu, ada getir yang tak bisa ditutupi. Hati rakyat terluka. Bukan oleh bangsa asing, melainkan oleh ulah sebagian anak bangsa sendiri. Mereka yang seharusnya menjaga amanah kemerdekaan justru tega mengkhianati nilai-nilai perjuangan. Oknum-oknum biadab itu menjarah uang rakyat, menindas yang lemah, dan mempermainkan hukum demi kepentingan pribadi.

Dalam sebuah kesempatan di ruang kerjanya, A. Rahidi menyampaikan keprihatinan mendalam:

_“Bangsa ini seolah kebobolan oleh para pelaku oknum biadab. Mereka tidak hanya merusak keuangan negara, tetapi juga merampas harapan rakyat kecil. Kita tidak boleh tinggal diam, karena jika dibiarkan, kemerdekaan yang diperjuangkan dengan darah dan air mata akan kehilangan makna.”_

Pernyataan itu menggambarkan betapa seriusnya ancaman dari perilaku segelintir orang yang merusak sendi-sendi bangsa. Inilah ironi kemerdekaan kita: di satu sisi bangsa merdeka, di sisi lain rakyat masih terjajah oleh kerakusan dan ketidakadilan.

Meski demikian, rakyat Indonesia tetap tak pernah kehilangan harapan. Mereka tetap mengibarkan merah putih, tetap menyanyikan Indonesia Raya, tetap memeriahkan kemerdekaan dengan penuh semangat. Karena bagi rakyat, kemerdekaan bukan hanya milik penguasa, tetapi milik seluruh anak bangsa.

Hari kemerdekaan seharusnya menjadi cermin untuk melihat kembali arah perjalanan negeri ini. Apakah kita hanya puas dengan kemerdekaan simbolis? Atau berani memperjuangkan kemerdekaan sejati — yakni bebas dari kemiskinan, kebodohan, ketidakadilan, dan pengkhianatan?

BACA JUGA :  STRAIGHT NEWS BUKA REKRUTMEN CALON KEPALA PERWAKILAN DAN KABIRO KOTA/KABUPATEN SE-INDONESIA

Kemerdekaan tidak boleh hanya dirayakan, tetapi juga diperjuangkan kembali. Tugas generasi hari ini adalah melawan bentuk penjajahan baru: keserakahan, korupsi, dan pengkhianatan terhadap rakyat. Hanya dengan itu, luka hati rakyat dapat terobati, dan cita-cita para pahlawan benar-benar terwujud.

Berita Terkait

STRAIGHT NEWS BUKA REKRUTMEN CALON KEPALA PERWAKILAN DAN KABIRO KOTA/KABUPATEN SE-INDONESIA
Pandeglang, Rumah Kita Bukan Tempat Sampah

Berita Terkait

Jumat, 29 Agustus 2025 - 14:53

STRAIGHT NEWS BUKA REKRUTMEN CALON KEPALA PERWAKILAN DAN KABIRO KOTA/KABUPATEN SE-INDONESIA

Minggu, 17 Agustus 2025 - 13:42

Kemerdekaan ditengah Terkoyaknya Luka Rakyat

Rabu, 13 Agustus 2025 - 08:02

Pandeglang, Rumah Kita Bukan Tempat Sampah

Berita Terbaru