Straight-News.id | KABUPATEN TANGERANG – Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Tangerang mendapat sorotan publik usai menerima kiriman karangan bunga bernada sindiran keras dari masyarakat, Senin (29/9/2025). Aksi ini bertepatan dengan peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional (HANTARU) ke-65.
Karangan bunga tersebut dikirim oleh kuasa hukum pemohon, Erik Setiadi, S.H., dan Rohim Matullah, S.H., M.H., M.M., sebagai bentuk protes atas buruknya pelayanan ATR/BPN Kabupaten Tangerang. Salah satu karangan bunga bertuliskan:
“Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya Rasa Keadilan Pada Pelayanan ATR/BPN Kabupaten Tangerang,”
dari pengirim yang menamakan diri “Masyarakat Korban Maladministrasi.”
Karangan lainnya berbunyi:
“Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Standar Operasional Prosedur Pelayanan ATR/BPN Kabupaten Tangerang,”
dari “Masyarakat Kabupaten Tangerang.”
Karangan-karang bunga bernada kritik itu diletakkan berjejer dengan karangan ucapan selamat HANTARU dari sejumlah mitra BPN.
Erik Setiadi menjelaskan, kliennya sudah dua tahun menunggu tindak lanjut permohonan pembatalan sertifikat, namun hingga kini belum ada kepastian. Bahkan, pihaknya kerap dipersulit saat menanyakan perkembangan berkas.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor ATR/BPN Kabupaten Tangerang, Yayat Ahadiat Awaludin, mengakui adanya kelalaian. Ia menyebut setelah dilakukan pengecekan ulang, empat berkas permohonan yang sebelumnya hilang kini sudah ditemukan kembali.
“Saya sudah instruksikan jajaran untuk memproses maksimal berkas tersebut. Kami mohon maaf atas ketidakprofesionalan pegawai ATR/BPN Kabupaten Tangerang. Terima kasih juga atas karangan bunga itu, bagi kami justru sebagai bentuk dukungan agar kami melakukan evaluasi kinerja,” kata Yayat.
Rohim Matullah meminta agar karangan bunga tersebut tetap dibiarkan berdiri di halaman kantor ATR/BPN. “Biarkan tetap ada, supaya menjadi pengingat dan motivasi bagi jajaran ATR/BPN Kabupaten Tangerang untuk memberikan pelayanan lebih baik kepada masyarakat,” ujarnya.






