DPD RJN Banten Soroti Realisasi Dana Desa dan Dugaan adanya Permainan Inspektorat Pandeglang

Selasa, 26 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : A. Rahidi (Ketua DPD RJN Provinsi Banten.

Foto : A. Rahidi (Ketua DPD RJN Provinsi Banten.

 

Stright-News.id | PANDEGLANG – Sejak pertama kali digelontorkan dari pemerintah pusat sekira pada tahun 2015, Dana Desa diharapkan mampu mempercepat pembangunan di tingkat desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, di Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten, realisasi program strategis tersebut justru dinilai masih jauh dari harapan.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ruang Jurnalis Nusantara (RJN) Wadah Profesi Wartawan Provinsi Banten A. Rahidi menyoroti adanya dugaan indikasi kuat bahwa Dana Desa tidak sepenuhnya digunakan sesuai peruntukannya. Dugaan ini diperkuat dengan lemahnya pengawasan serta adanya dugaan tanda-tanda permainan di tubuh Inspektorat Kabupaten Pandeglang, lembaga yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam pengawasan penggunaan anggaran desa.

“ Kami mencium adanya praktik “main mata” antara sebagian oknum aparat desa dengan oknum Inspektorat. Alih-alih melakukan audit secara objektif, hasil pemeriksaan diduga dimanipulasi sehingga penyimpangan Dana Desa tertutup rapat,” ungkap A. Rahidi kepada media, Selasa (26/8/2025).

Menurutnya, hal ini menjadi salah satu penyebab utama mengapa banyak desa di Pandeglang minim pembangunan nyata, meski setiap tahun menerima kucuran dana yang jumlahnya mencapai miliaran rupiah.

Selain itu, maladministrasi dalam pembuatan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) juga disorot tajam. Banyak SPJ yang dinilai dan/atau diduga hanya formalitas di atas kertas, sementara realisasi kegiatan di lapangan jauh berbeda dengan apa yang dilaporkan.

RJN Banten akan berkoordinasi dengan pihak BPK dan aparat penegak hukum baik ditingkat kabupaten, provinsi dan/atau pusat untuk segera turun tangan melakukan audit investigatif terhadap seluruh laporan penggunaan Dana Desa di Pandeglang.

“Jika dugaan permainan ini benar adanya, maka kita berbicara soal persekongkolan yang merugikan rakyat kecil. Dana Desa adalah hak masyarakat desa, bukan untuk bancakan bagi para pelaku oknum birokrat aparat desa,” tegasnya A. Rahidi

BACA JUGA :  Menteri Hanif Faisol Ingin PT Bahari Makmur Serang Diaudit, Ada Apa?

Organisasi wartawan ini juga menegaskan akan terus mengawal isu tersebut melalui liputan investigatif. RJN Banten berkomitmen membuka fakta di lapangan agar publik mengetahui ke mana sesungguhnya Dana Desa yang seharusnya membangun jalan, jembatan, irigasi, hingga pemberdayaan masyarakat desa.

Kasus ini dinilai penting untuk menjadi perhatian publik, karena menyangkut transparansi dan akuntabilitas keuangan negara. Jika dugaan permainan Inspektorat benar terjadi, maka kepercayaan publik terhadap lembaga pengawas akan semakin runtuh. (Tim)

Berita Terkait

SMAN 1 Ciomas Bantah Dugaan Pelanggaran Hak Siswa
Polsek Pagedangan Gelar Simulasi Pengamanan Aksi Unjuk Rasa, Perkuat Sinergi dengan Masyarakat
Produksi Stabil, BUMDes Bandulu Sukses Kembangkan Peternakan Ayam Petelur
Ketua DPC MOI Kabupaten Tangerang Kecam Dugaan Pelecehan Profesi Jurnalis oleh Oknum Korlap Obat Terlarang
Gas Elpiji 3 Kg Langka Jelang dan Saat Lebaran, Warga Ciomas Kesulitan
Warga Rancagong Surati ATR/BPN Tangerang, Minta Perlindungan dan Kepastian Hukum atas Tanah yang Diklaim Kodam Jaya
Tanamkan Jiwa Wirausaha, Siswa Narada School Kunjungi Pabrik Kosmetik PT Souvenhostel Cipta Persada
Camar Indonesia Ikuti Apel Gabungan Forkopimko Jakarta Barat Jaga Keamanan Ramadhan

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 04:06

SMAN 1 Ciomas Bantah Dugaan Pelanggaran Hak Siswa

Selasa, 7 April 2026 - 12:14

Polsek Pagedangan Gelar Simulasi Pengamanan Aksi Unjuk Rasa, Perkuat Sinergi dengan Masyarakat

Minggu, 5 April 2026 - 06:30

Produksi Stabil, BUMDes Bandulu Sukses Kembangkan Peternakan Ayam Petelur

Jumat, 3 April 2026 - 16:46

Ketua DPC MOI Kabupaten Tangerang Kecam Dugaan Pelecehan Profesi Jurnalis oleh Oknum Korlap Obat Terlarang

Sabtu, 21 Maret 2026 - 03:16

Gas Elpiji 3 Kg Langka Jelang dan Saat Lebaran, Warga Ciomas Kesulitan

Berita Terbaru