Warga Kampung Lelang Baru “Angkat Suara”, Kandang Ternak Bebek Dinilai Ancam Kesehatan

Jumat, 6 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

STRAIGHT-NEWS.ID | PANDEGLANG – RK-Tokoh masyarakat Kampung Lelang Baru RT 02/02, Desa Panimbangjaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, secara terbuka dan tegas menolak keberadaan kandang ternak bebek yang nekat berdiri di tengah permukiman padat penduduk.

Warga menilai aktivitas tersebut sebagai ancaman nyata terhadap kesehatan lingkungan dan bukti lemahnya pengawasan pemerintah daerah.

Penolakan warga dituangkan dalam surat pernyataan resmi hasil musyawarah dan mufakat. Salah satu warga berinisial RS menegaskan, sejak awal masyarakat tidak pernah menyetujui pendirian kandang ternak tersebut.

“Ini bukan penolakan sepihak. Ini keputusan bersama. Dalam surat pernyataan jelas tertulis, kami menolak adanya kandang ternak bebek di wilayah RT 02. Fakta ini tidak bisa diabaikan,” tegas RS.
Warga menyebut, keberadaan kandang ternak bebek telah menimbulkan bau menyengat, mengundang lalat, dan menciptakan polusi udara yang mengganggu aktivitas harian warga.

Lokasinya yang berada di tengah pemukiman dinilai sebagai bentuk pembiaran terhadap potensi pelanggaran kesehatan lingkungan.

“Setiap hari kami dipaksa menghirup bau busuk. Ini bukan soal kenyamanan lagi, tapi soal kesehatan. Kalau ini terus dibiarkan, siapa yang bertanggung jawab bila warga jatuh sakit?” katanya.

Meski keluhan telah berulang kali disampaikan, hingga kini kandang ternak tersebut masih bebas beroperasi. Kondisi ini memicu kecurigaan dan kekecewaan warga terhadap kinerja instansi terkait.

Warga secara tegas mendesak Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Dinas Peternakan, serta Satpol PP Kabupaten Pandeglang untuk segera bertindak nyata, bukan sekadar menerima laporan.

“Kalau memang melanggar, hentikan. Jangan biarkan warga jadi korban akibat pembiaran dan lemahnya pengawasan. Pemerintah jangan hadir hanya di atas kertas,” tandas RS.

Warga menegaskan, jika tidak ada tindakan tegas dalam waktu dekat, keresahan masyarakat dikhawatirkan akan semakin meluas.
(Yan,s)

BACA JUGA :  PT SBJ Tanam Jagung 1 Hektar di Desa Ciherang, Kades dan Masyarakat Apresiasi

Berita Terkait

SMAN 1 Ciomas Bantah Dugaan Pelanggaran Hak Siswa
Polsek Pagedangan Gelar Simulasi Pengamanan Aksi Unjuk Rasa, Perkuat Sinergi dengan Masyarakat
Produksi Stabil, BUMDes Bandulu Sukses Kembangkan Peternakan Ayam Petelur
Ketua DPC MOI Kabupaten Tangerang Kecam Dugaan Pelecehan Profesi Jurnalis oleh Oknum Korlap Obat Terlarang
Gas Elpiji 3 Kg Langka Jelang dan Saat Lebaran, Warga Ciomas Kesulitan
Warga Rancagong Surati ATR/BPN Tangerang, Minta Perlindungan dan Kepastian Hukum atas Tanah yang Diklaim Kodam Jaya
Tanamkan Jiwa Wirausaha, Siswa Narada School Kunjungi Pabrik Kosmetik PT Souvenhostel Cipta Persada
Camar Indonesia Ikuti Apel Gabungan Forkopimko Jakarta Barat Jaga Keamanan Ramadhan

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 04:06

SMAN 1 Ciomas Bantah Dugaan Pelanggaran Hak Siswa

Selasa, 7 April 2026 - 12:14

Polsek Pagedangan Gelar Simulasi Pengamanan Aksi Unjuk Rasa, Perkuat Sinergi dengan Masyarakat

Minggu, 5 April 2026 - 06:30

Produksi Stabil, BUMDes Bandulu Sukses Kembangkan Peternakan Ayam Petelur

Jumat, 3 April 2026 - 16:46

Ketua DPC MOI Kabupaten Tangerang Kecam Dugaan Pelecehan Profesi Jurnalis oleh Oknum Korlap Obat Terlarang

Sabtu, 21 Maret 2026 - 03:16

Gas Elpiji 3 Kg Langka Jelang dan Saat Lebaran, Warga Ciomas Kesulitan

Berita Terbaru