Tunjangan Rumah DPR Rp50 Juta & Pajak Ditanggung Negara: LSM Harimau Sebut Simbol Ketidakadilan

Rabu, 27 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Stright-News.id | JAKARTA

LSM Harimau menilai pemberian tunjangan rumah sebesar Rp50 juta per bulan untuk anggota DPR RI, ditambah dengan pajak penghasilan yang justru ditanggung negara, adalah bentuk nyata dari ketidakadilan struktural yang semakin memperlebar jurang antara pejabat dan rakyat pekerja. Selasa (26/08/2025).

“Ini sudah bukan lagi sekadar fasilitas, tapi simbol kemewahan yang menyakiti hati rakyat. Bayangkan, buruh pelabuhan yang mengangkat barang dari pagi sampai malam harus tinggal di kontrakan sempit. Sementara anggota DPR bukan hanya mendapat gaji besar, tapi juga tunjangan rumah puluhan juta, dan pajaknya pun dibayar negara. Ini sungguh tidak adil,” tegas Neville GJ Muskita, Ketua DPW LSM Harimau DKI Jakarta, dalam keterangan persnya.

*Fakta Ketimpangan*

Tunjangan rumah DPR Rp50 juta/bulan setara dengan 70 kali sewa kontrakan buruh di Jakarta Utara.

Total Rp28,7 miliar/bulan dikeluarkan negara hanya untuk tunjangan rumah DPR.

Pajak Penghasilan DPR ditanggung negara, sementara buruh & karyawan biasa membayar sendiri dari gajinya.

“Negara yang berdiri di atas keringat buruh, justru menekan mereka dengan pajak. Sedangkan para pejabat menikmati gaji bersih tanpa potongan. Jika ini dibiarkan, jurang ketidakadilan sosial akan semakin lebar,” lanjut Neville.

*Tuntutan LSM Harimau*

1. Hentikan kebijakan tunjangan rumah DPR yang berlebihan.

2. Cabut fasilitas PPh Ditanggung Negara (PPh-DTP) untuk pejabat, agar setara dengan rakyat biasa.

3. Alihkan anggaran DPR ke pembangunan perumahan buruh dan pekerja informal.

*Pesan Tegas*

LSM Harimau mengingatkan, apabila pemerintah dan DPR terus menutup mata terhadap ketimpangan ini, maka bukan tidak mungkin rakyat akan kehilangan kepercayaan pada institusi negara.

“Buruh pelabuhan adalah wajah nyata Indonesia. Jika mereka terus diabaikan, jangan salahkan rakyat bila memilih turun ke jalan menuntut perubahan,” pungkas Neville GJ Muskita.

BACA JUGA :  Polri Minta Seluruh Jajaran Lindungi Wartawan Saat Bertugas

Berita Terkait

SMAN 1 Ciomas Bantah Dugaan Pelanggaran Hak Siswa
Polsek Pagedangan Gelar Simulasi Pengamanan Aksi Unjuk Rasa, Perkuat Sinergi dengan Masyarakat
Produksi Stabil, BUMDes Bandulu Sukses Kembangkan Peternakan Ayam Petelur
Ketua DPC MOI Kabupaten Tangerang Kecam Dugaan Pelecehan Profesi Jurnalis oleh Oknum Korlap Obat Terlarang
Gas Elpiji 3 Kg Langka Jelang dan Saat Lebaran, Warga Ciomas Kesulitan
Warga Rancagong Surati ATR/BPN Tangerang, Minta Perlindungan dan Kepastian Hukum atas Tanah yang Diklaim Kodam Jaya
Tanamkan Jiwa Wirausaha, Siswa Narada School Kunjungi Pabrik Kosmetik PT Souvenhostel Cipta Persada
Camar Indonesia Ikuti Apel Gabungan Forkopimko Jakarta Barat Jaga Keamanan Ramadhan

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 04:06

SMAN 1 Ciomas Bantah Dugaan Pelanggaran Hak Siswa

Selasa, 7 April 2026 - 12:14

Polsek Pagedangan Gelar Simulasi Pengamanan Aksi Unjuk Rasa, Perkuat Sinergi dengan Masyarakat

Minggu, 5 April 2026 - 06:30

Produksi Stabil, BUMDes Bandulu Sukses Kembangkan Peternakan Ayam Petelur

Jumat, 3 April 2026 - 16:46

Ketua DPC MOI Kabupaten Tangerang Kecam Dugaan Pelecehan Profesi Jurnalis oleh Oknum Korlap Obat Terlarang

Sabtu, 21 Maret 2026 - 03:16

Gas Elpiji 3 Kg Langka Jelang dan Saat Lebaran, Warga Ciomas Kesulitan

Berita Terbaru