Straight-News.id | SERANG – Seorang pelajar SMK di Serang saat ini kondisinya kritis di ruang ICU RSU Banten, menurut pengakuan orang tua nya, diduga di pukul oleh oknum anggota kepolisian Polda Banten pada Minggu 23/08/2025 dini hari di daerah kawasan KP3B kelurahan Curug Kota Serang, pelajar SMK tersebut diketahui bernama Arga warga Ciruas Kabupaten Serang.
Kronologis kejadian menurut saksi mata :
Kami 4 orang awalnya pada nongkrong di bengkel temen terus, saya diminta tolong ambilin sparepart motor, ya sudah saya bergegas untuk ambil itu sparepart motor. Kami berempat pergi menggunakan dua motor termasuk Arga sekalian mau isi bensin, singkat cerita sparepart motor sudah kita ambil terus kita mampir ke pom bensin buat ngisi bensin, lalu motor yang dipake Arga Honda beat lampunya eror (mati) akhirnya kami jalan pelan-pelan, tiba-tiba ketemu lah sama rombongan kepolisian menggunakan motor trail yang sedang patroli, terus mereka putar balik ngejar kami, ya kami kabur karena panik dan yang membuat kami panik memang kami tidak menggunakan helm ditambah kenalpot motor kami racing, terus kami dipukul sama polisi menggunakan helm bagian badan tapi saya tidak apa-apa sedangkan Arga dipukul bagian kepalanya langsung pingsan dan jatoh dari motor pas jatoh dari motor Arga masih dipukulin pakai tongkat dan helm dibagian kepala.
“Kami siap menjadi saksi yang sebenar-benarnya menyampaikan pada saat kejadian malam itu,” jelasnya kepada media, Minggu 24/08/2025.

Orang tua korban, Benny Permadi saat dikonfirmasi mengatakan ia kaget kalau mendengar anaknya berada di rumah sakit RSUD Banten, ia bergegas ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, kami ia dihampiri oleh seorang kepolisian dari Polda Banten menyampaikan bahwa anaknya mengalami kecelakaan lalulintas
“Maaf pak, anak bapak mengalami kecelakaan lalu lintas, kata pak polisi menyampaikan ke saya, saya awal nya percaya apa yang dikatakan oleh pak polisi itu. Kemudian saya tanya lagi pak, kok nungguin anak saya sampai anak saya ditangani oleh dokter, saya agak tanda tanya, tumben amat, begitu saya tanya, kata pak polisi atas perintah atasan katanya, sementara saya masih tidak enak perasaan seperti ada yang mengganjal,” paparnya.
Masih dikatakan Benny, ada saksi mata yang mengatakan bahwa Arga di pukul kepalanya menggunakan helm sehingga terjatuh dan itu juga sudah jatuh masih di pukul menggunakan tongkat.
“Ternyata menurut pengakuan temannya anak saya yang saat itu berbarengan menyaksikan kejadian itu, bahkan dia juga di pukul tapi bagian badanya yang kena, dan dia tidak apa apa, sedangkan anak saya kritis,” tambahnya.
Seharusnya, masih kata Benny
Seharusnya bapak polisi dari kepolisian Polda Banten, jika anak saya salah karena menggunakan knalpot racing dan tidak memakai helm pada saat berkendara seharusnya anak saya dilakukan pembinaan oleh kepolisian, kalau tidak telepon orang tuanya biar orang tuanya yang bertindak, ini malah di aniaya, dia masih sekolah pak, masih proses pendidikan,” tersngnya sambil menangis terbata – bata
Sementara pihak Dokter RSUD Banten yang namanya tidak mau di mediakan mengatakan bahwa Arga kemungkinan kecil bisa selamat, walau pun selamat kemungkinan cacat seumur hidup.
Seperti di Hasil visum, bagian bawah kepala Arga hancur diakibatkan kena benda tumpul seperti tongkat, kalau bagian tengkorak atas bergeser menjadi tinggi sebelah, kecil kemungkinan untuk bisa selamat sekalinya bisa selamat kemungkinan cacat dan tidak akan seperti biasa jauh banget perbandingan.
Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Didik Hariyanto saat di konfirmasi via pesan WhatsApp terkait hal itu, hingga berita ini ditayangkan belum bisa memberikan keterangan. (Red)






