Straight-News.id | SERANG –
Proyek pelebaran Jalan Ciomas–Mandalawangi sepanjang 1,5 kilometer yang tengah dikerjakan CV Karya Pelita Abadi menuai keluhan warga. Pekerjaan yang dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten itu dinilai tidak memperhatikan saluran drainase sehingga air hujan kerap meluap ke rumah penduduk.
Pelebaran jalan yang berada di Desa Cisitu hingga Desa Ujung Tebu, Kecamatan Ciomas, dibangun dengan lebar 6 meter menggunakan konstruksi beton. Namun, menurut warga, proyek tersebut tidak dilengkapi saluran pembuangan air.
“Setiap hujan deras, air meluap ke rumah warga karena tidak ada saluran drainase. Kami minta kontraktor memikirkan dampak ini,” kata Supendi, warga Kampung Nagreg, Desa Cisitu, Ciomas, Minggu (28/9).
Ia menambahkan, kondisi tersebut menimbulkan keresahan karena rumah warga tergenang banjir dan mengancam kesehatan masyarakat sekitar. “Kalau hanya bangun jalan tanpa drainase, pembangunan justru berubah jadi bencana bagi rakyat kecil,” ujarnya.
Warga meminta pemerintah maupun kontraktor segera menindaklanjuti dengan membangun saluran irigasi di sepanjang jalan, agar manfaat pelebaran jalan benar-benar dirasakan tanpa menimbulkan masalah baru.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor maupun Dinas PUPR Banten belum memberikan tanggapan terkait keluhan warga tersebut. (Hadi)






